Kematian adalah suatu hal yang pasti yang akan dirasakan oleh semua umat manusia di dunia ini. Tidak ada satu pun umat yang akan lolos dari kematian, sesakti dan sekaya apa pun umat tersebut. Semua akan mati pada waktunya sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Hadits tentang Kematian menjadi pengingat kita semua agar selalu mawas diri ketika hidup di dunia. Allah menjamin Surga bagi umat manusia yang senantiasa berbuat baik semasa hidupnya. Sebaliknya, Allah pun telah menjanjikan Neraka untuk umat manusia yang ingkar kepada Allah, sering berbuat buruk, dan merugikan manusia lainnya. Maka dari itu, membaca hadits diharapkan bisa mengingatkan kita akan kehidupan setelah kematian.

Hadits tentang Kematian untuk Mengingatkan Diri Sendiri

 

  1. Hadits Riwayat Muslim

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, jangan sampai seorang muslim meninggal kecuali ia sedang dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah. Dalam hadits yang singkat ini, terkandung makna yang cukup dalam. Ini mengingatkan kepada kita untuk senantiasa mengingat Allah, beriman kepada-Nya, dan khusnudzon akan semua ketetapan-Nya. Hadits tentang kematian ini bisa mengingatkan diri sendiri akan kekuasaan Tuhan dan kewajiban kita untuk selalu beriman kepada-Nya.

 

  1. Hadits Riwayat Bukhari

 

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, jangnlah seorang muslim menginginkan kematian hanya karena penderitaannya. Apabila kita dalam keadaan menderita, cukup berdoalah kepada Allah untuk diberikan kehidupan yang baik dan diberikan kematian dalam keadaan yang baik pula. Keputusasaan yang berujung pada membunuh diri sendiri sangat dimurkai oleh Allah.

 

  1. Hadits Riwayat Ath-Thabrani

Dalam hadis ini, kita semua diingatkan bahwa jadikanlah sebuah kematian sebagai guru dan keyakinan kita sebagai sebuah kekayanan. Sejauh apa pun kita melangkah, suatu saat akan berujung pada kematian pula. Maka, jadikanlah ia sebagai guru yang baik. Sementara keyakinan kita adalah semacam kekayaan yang akan membuat hidup menjadi berkah.

 

  1. Hadits Riwayat Ahmad

Hadits yang berisi kematian ini memberikan pelajaran bagi kita. Bagi seorang hamba yang beriman, mati mendadak adalah sebuah kesenangan, sementara bagi hamba yang durhaka, kematian sama saja dengan penyelasan yang tidak ada akhirnya. Seorang hamba yang sudah mengumpulkan “bekal” semasa hidupnya tidak akan pernah takut akan kematian, berbeda dengan mereka yang durhaka.

 

  1. Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim

Bagi seorang wanita, berkabung atas kematian tidak boleh lebih dari tiga hari, kecuali kematian suaminya. Untuk kematian suaminya, masa berkabung istri adalah empat bulan sepuluh hari. dari hadits ini, baik kematian aya, ibu, saudara, atau anak, masa berkabungnya hanya tiga hari. Walau bagaimanapun, kematian seseorang memang bukan untuk diratapi, tetapi diikhlaskan dan dijadikan sebagai pelajaran bersama.

 

Hadits Tentang Kematian untuk Mempersiapkan Diri

Kematian selalu menjadi misteri yang tidak bisa dipecahkan oleh ramalan atau ilmu pengetahuan. Selamanya akan tetap menjadi misteri. Oleh karena itu, sebagai manusia biasa, kita harus mempersiapkan amalan kebaikan sebanyak-banyaknya agar kematian kita menjadi kematian yang khusnul khatimah. Memperbanyak amalan kebaikan adalah satu-satunya cara agar terbebas dari siksa neraka dan berakhir di surga. Hadits tentang kematian juga bisa dijadikan sebagai pengingat bahwa hidup di dunia ini tidak ada yang kekal. Anda pun bisa mempersiapkan kematian dengan memesan sebuah makam islami yang ada di Al Azhar Memorial Garden. Sebuah pemakaman modern yang terawat dan rindang.

Categories: Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *