Sejoli juru ulas tanah air, Ayip Budiman dan Adhi Nugraha bekerja sama dengan Rumah Sanur Creative Club Hub berpartisipasi dalam pesta Chiang Mai Design Week 2017 yang dilangsungkan pada 6 hingga 10 Desember 2017 silam. Berlangsung di Lanna Folklife Museum, Ching Mal, sejumlah desainer Indonesia membawa tema bambooina, tak lain ialah sebagai “gagasan tradisi” untuk membuat segala hal yang sifatnya tradisional agar persisten.

Beberapa desainer profesional Indonesia yang juga disokong oleh Thai Airways pun menampilkan 11 merek produk yang berbahan bambu. Semua merek yang ditampilkan merupakan produk pembaharuan yang tersusun dari bambu, komposisi yang telah ada secara bebas dan telah dipakaia selama beberapa abad di tanah air, disulap sebagai merk yang berfungsi serta mutakhir.

1. Dalanrata Bamboo Bicycle Karya Singgih S. Kartono dari produk SPEDAGI

Sepeda yang dirancang oleh Singgih S. Kartono ini mempunyai desain yang eksotis, diciptakan bagi sepeda jalan dengan ban berdiameter 700cm yang besar menjadikan kayuhan lebih kencang di jalur datar untuk bepergian jauh dan aman dikemudikan untuk lintasan perkotaan.

2. Bamboo Violin Karya Andar Bagus Sriwarno

Tidak hanya fokus pada sisi konsep dan bentuk, pembaharuan biola bambu juga untuk berbagai hal sisi, yaitu sisi akustik, peletakan dagu, sandaran bahu dan ruang pada pukulan busur. Saat memastikan biola bambu memproduksi suara yang pas, Andar Bagus bekerja sama dengan pengkaji yang terdiri dari jurusan Teknik Fisika dan Teknik Elektro.

3. Bamboo Tableware Ciptaan Handhyanto Hardian & People of Belu produk LELOQ

Leloq merupakan brand yang didirikan dari perpaduan antara desainer profesional dan masyarakat lokal Belu, NTT. Perpaduan itu adalah elemen dari agenda IKKON oleh BEKRAF di Indonesia Wilayah Timur yang bertekad dalam meningkatkan nilai-nilai sekaligus meningkatkan mutu merk kerajinan daerah dan fasilitas rekreasi desa.

4. Pendant Lamps, Acoustic Amplifier Ciptaan Rosyid Akhmadi dari brand MOHOI

Mohoi ialah produk beragam macam lampu, semisal lampu meja, lampu gantung yang disusun secara buatan tangan dan customer made dengan bahan bambu juga rancangan modern. Kendati menggunakan bahan tradisional. Mohoi bersikukuh mengutamakan nilai kreatif dan desain yang menawan.

5. Taskunibags Buatan Adi Nugraha & Paivi Punamaki dari brand Navetta Design Studio

Rancangan dari Taskunibags penyatuan material kuat serta soft, yaitu bambu dan kain. Penggabungan 2 bahan tersebut bukan tanpa sebab, tekstil akan menyelaraskan motif ke tubuh pengguna, sedangkan papan bambu kemudian membentengi barang-barang di dalam tas.

6. Chair, Pendant Lamps & Stationery dari produk FASA

Rancangan yang minimalis berbekal komposisi yang asli adalah jati diri dari FASA. Mudah sekali menjajarkan FASA beserta interior lainnya sebab desainnya yang mampu bertahan melawan waktu, sehingga sesuai untuk motif apapun.

7. Coconization Karya Adhi Nugraha dari produk Navetta Design Studio

Orang tanah air zaman dulu menggunakan tempurung kelapa serta bambu saat membuat mangkuk, cangkir, sendok, dan perkakas masa lainnya. Dewasa ini, peralatan yang dibuat dari tempurung kelapa dan bambu telah sedikit demi sedikit punah dalam keseharian kita, dialihkan oleh plastik serta barang pabrik massal lainnya. Peralatan Coconization berdedikasi dalam menyelamatkan lagi bambu pada kegiatan modern sekarang ini.

8. Ouboo Buatan Harry Anugrah Mawardi/ Firman Mutaqin dari produk Amygdala

Ouboo mempunyai tujuan menyandingkan bambu dalam keseharian orang masa kini. Dalam konsepnya Ouboo tak jarang menjajarkan bambu bersama material yang lain. Semisa dalam pameran ini, Ouboo menggabungkan bambu dengan kanvas. Rancangan yang minimalis dan bahan yang alami, menjadikan
peralatan Ouboo lebih bernilai, dari sisi desain dan fungsi.

9. Tapir Translucent Lamp, Dali Stationery Karya Arif Rachman dari brand ALUR BAMBOO

Alur Bamboo yaitu brand yang menghasilkan barang-barang dekorasi rumah yang berbahan dari bambu. Produk Alur Bamboo ialah hasil penelitian serta kolaborasi komposisi antara perajin serta penata asal Tasikmalaya. Kolaborasi tersebut menghasilkan karya tersendiri yang menggabungkan konsep dan kegunaan modern beserta finishing tradisional.

10. Muskel & Navajo Bags Buatan Rico Doni Sagita dari brand Amuraka

Muskel & Navajo Bags memperlihatkan inovasi melalui kolaborasi antara 2 komposisi yakni bambu serta kulit. Ciptaannya yaitu kreasi fashion semisal tas yang chic akan tetapi tetap penuh dengan nuansa tradisi.

11. Bluetooth Speaker Buatan Rizky Faesal dari brand Tung

Speaker bluetooth eksklusif tersebut terilhami dari rutinitas pos ronda (ngeronda) di pedesaan yang berciri khas kentongan sebagai alat komunikasi masyarakat. Nah, desain itu dibuahkan dalam speaker bluetooth portable.

12. Airsoft Gun

Pernahkah anda mengerti perihal berbagai pistol seperti pistol yang dioperasikan oleh tentara, atlet, atau senjata plastik? nah selain pistol yang memakai bubuk mesiu dan bisa membunuh, terdapat juga yang disebut airsoft gun. Airsoft gun maksudnya pistol yang membutuhkan udara atau gas sebagai pendorong pelurunya. Disamping airsoft gun masih ada yang disebut airgun atau senjata angin dimana sering dipakai dalam berburu tupai. Airsoft gun tergolong dalam pistol mainan atau sekelas olahraga, yang sering dipakai oleh peminat hobi tembak-menembak.

Itulah sekumpulan peranti terunik buatan Indonesia yang boleh Anda miliki, mudah-mudahan nama-nama produk tersebut mampu menginspirasi Anda ketika memproduksi alat unik yang lain yang lebih kreatif

Categories: Umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *